Selama 5 tahun terakhir, INDOHUN telah berkolaborasi dengan berbagai mitra dan mencapai banyak hal luar biasa. Kami berharap ini hanyalah awal dari perjalanan kita bersama dalam meningkatkan One Health di negara tercinta kita, Indonesia.

Para Pemimpin Sejati Kesehatan Global
Global Health True Leaders (GHTL) adalah pelatihan yang dirancang untuk mempersiapkan peserta dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang membutuhkan kolaborasi dan koordinasi antar negara terkait dalam menangani masalah kesehatan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara Asia dengan beragam disiplin ilmu dan latar belakang ilmiah. Sejak tahun 2014, GHTL telah melatih 13 angkatan dengan total 634 peserta dari berbagai disiplin ilmu dan wilayah, termasuk Makassar, Bukittinggi, Kupang, Bali, Pontianak, Sibolangit, dan Yogyakarta. Tidak hanya dari Indonesia, GHTL juga diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Vietnam, Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja, Nepal, dan Tiongkok.

Diplomasi Kesehatan Global
Diplomasi Kesehatan Global (Global Health Diplomacy/GHD) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan, diplomasi, dan negosiasi tenaga kerja kesehatan. GHD melatih peserta untuk menerapkan pendekatan kolaborasi multisektor dalam advokasi kesehatan global, epidemiologi bencana, kebijakan kesehatan, pembangunan internasional, jurnalisme bencana, komunikasi politik, serta negosiasi dan lobi politik. GHD telah melatih 3 angkatan sejak tahun 2017 dengan total 95 diplomat kesehatan yang berasal tidak hanya dari latar belakang kesehatan, tetapi juga perwakilan pemerintah nasional/lokal dan mahasiswa PhD dari berbagai disiplin ilmu. Mereka berasal dari berbagai negara termasuk Indonesia, Nepal, Papua Nugini, Sierra Leone, Inggris Raya, Swiss, dan Timor Leste.

Pelatihan Manajemen Penyakit Menular
Pelatihan Manajemen Penyakit Menular adalah pelatihan investigasi wabah dengan pendekatan One Health untuk ahli epidemiologi lapangan. Didirikan pada tahun 2017, pelatihan selama 2 bulan ini telah berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan 33 petugas epidemiologi lapangan dari Provinsi Sumatera Barat dan 4 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat (Kota Padang Pariaman, Kabupaten Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh, dan Kabupaten Pesisir Selatan). Secara total, 123 lulusan dari Puskesmas, Puskeswan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Pemerintah Daerah, Labkesda, di 10 kabupaten/kota di Provinsi Yogyakarta dan Sumatera Barat. Melalui pelatihan ini, INDOHUN berharap semangat penanganan wabah, khususnya penyakit zoonosis, dapat diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Sukses di Media Sosial
INDOHUN menggunakan berbagai platform untuk mengkampanyekan One Health kepada khalayak yang lebih luas, termasuk akademisi, pemerintah, dan masyarakat umum. Akun Instagram kami @indohun.id kini memiliki lebih dari 3.700 pengikut dengan tayangan mingguan lebih dari 15.000. INDOHUN juga membangun platform online untuk mempromosikan kesehatan masyarakat melalui @situsehatdotcom yang diikuti oleh lebih dari 3.300 orang. Akun Facebook kami diikuti oleh 1.844 orang dan buletin kami iUpdate telah diikuti oleh lebih dari 2.000 akun. Para responden buletin ini mendapatkan informasi mingguan dari kami mengenai wabah terkini, situasi kesehatan global, teknologi kesehatan terbaru, dan banyak lagi.
Kami juga memiliki majalah EMERGING yang kini memasuki edisi keempat dan telah menerbitkan lebih dari 655 eksemplar. Kami memiliki 39 sumber daya berbakat dan berpengalaman yang berkontribusi pada majalah EMERGING kami. Versi online EMERGING telah diakses lebih dari 2.700 kali, dibaca oleh seluruh jaringan INDOHUN di seluruh Indonesia, dan memiliki total 14.366 tayangan.

Penelitian Kolaboratif
Kami percaya bahwa kolaborasi dapat mempercepat kemajuan kita menuju perubahan yang lebih baik bagi situasi kesehatan Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami memulai beberapa penelitian kolaboratif, termasuk Kemunculan Penyakit dan Evaluasi Ekonomi Lanskap yang Berubah (DEAL) yang menghasilkan 5 ringkasan kebijakan, 2 pedoman masyarakat, 3 pelatihan dan lokakarya, serta 3 proposal penelitian baru. Kami juga berkolaborasi dengan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor untuk mempelajari kualitas air dan kondisi kesehatan masyarakat di Sungai Citarum dalam proyek yang disebut Citarum Harum. Tidak hanya itu, kami juga berkolaborasi dengan Universitas Edinburgh untuk mempelajari tentang Penempatan Kerja Berbasis Praktik. Kami juga bergabung dengan konsorsium besar studi Infeksi Anak dan Polusi di Daerah Kumuh yang bertujuan untuk memahami penyakit menular, AMR, dan tingkat polusi di Indonesia, India, dan Cina. Selain itu, kami memperkuat pengawasan di Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa Barat melalui Proyek Antar-Jaringan.