{"id":2616,"date":"2021-10-30T07:29:07","date_gmt":"2021-10-30T00:29:07","guid":{"rendered":"https:\/\/indohun.org\/news\/mari-cegah-amr-mulaidaridirisendiri-2\/"},"modified":"2021-10-30T07:29:07","modified_gmt":"2021-10-30T00:29:07","slug":"mari-cegah-amr-mulaidaridirisendiri-2","status":"publish","type":"news","link":"https:\/\/indohun.org\/id\/news\/mari-cegah-amr-mulaidaridirisendiri-2\/","title":{"rendered":"Mari Cegah AMR #MulaiDariDiriSendiri!"},"content":{"rendered":"<p>Kini karena kita semua sudah memahami urgensi dan dampak AMR secara jangka pendek dan panjang, mari kita cegah dan tekan kenaikan AMR mulai dari diri kita sendiri dan sekitar kita. Apa saja yang bisa kita lakukan?<\/p>\n<ol>\n<li class=\"s3\">Hanya konsumsi antibiotik ketika dibutuhkan dan diinstruksikan oleh dokter<\/li>\n<li class=\"s3\">Diskusikan tentang penjadwalan vaksinasi yang Anda butuhkan dengan dokter<\/li>\n<li class=\"s3\">Cuci tangan secara rutin dan sesuai dengan panduan WHO untuk mencegah infeksi<\/li>\n<li class=\"s3\">Ketika mendapatkan resep antibiotik, tuntaskan antibiotik tersebut hingga dosis terakhir sesuai instruksi dokter<\/li>\n<li class=\"s3\">Jangan pernah mengambil atau membeli antibiotik yang diresepkan untuk orang lain atau penyakit infeksi yang berbeda<\/li>\n<li class=\"s3\">Sadari akan perubahan yang terjadi pada kesehatan Anda. Jika Anda menyadari adanya tanda dan gejala infeksi, atau merasa Anda terkena infeksi, atau infeksi tersebut belum sembuh, hal ini dapat berputar pada komplikasi seperti sepsis\u2014sebuah kegawat daruratan medis yang sangat berbahaya. Misalnya, infeksi C. difficile dapat menyebabkan diare parah, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan mual. Demam juga umum sangat terjadi<\/li>\n<li class=\"s3\">Praktekkan kebiasaan yang sehat ketika mengasuh hewan peliharaan Anda. Cuci tangan Anda setelah memegang, memberi makan, atau bermain dengan hewan peliharaan Anda, dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai (vaksinasi, rutin kontrol ke dokter hewan, dsb)<\/li>\n<li class=\"s3\">Siapkan makanan secara aman. Cuci tangan Anda, beserta peralatan memasak dan makan. Pisahkan daging mentah dari makanan lainnya, dan masaklah hingga suhu yang aman. Dinginkan makanan sisa dan lainnya secara tepat.<\/li>\n<li class=\"s3\">Jika Anda berencana pergi ke luar negeri, memahami vaksinasi apa yang dibutuhkan, memeriksa peringatan kesehatan di negara tersebut, mengonsumsi makanan dan minuman yang aman, serta merencanakan apa yang akan Anda lakukan jika sakit di negara tersebut (fasilitas kesehatan yang tersedia, persiapan yang diperlukan, dsb)<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Khususnya terkait vaksin, ternyata vaksin juga dapat melindungi kita dari infeksi yang berbahaya dan konsekuensi yang berhubungan dengan hal tersebut, termasuk AMR. Dengan membantu mencegah infeksi sejak awal, vaksin dapat mengurangi penggunaan dan penggunaan antibiotik secara berlebihan yang dapat menyebabkan strain resisten. Hingga saat ini, beberapa penelitian telah menunjukkan manfaat yang diperoleh dari beberapa vaksin yang ada dalam mengurangirisiko AMR.4,5<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Vaksinasi dapat memainkan banyak peran dalam strategi penggunaan antimikroba yang fokus pada pencegahan AMR, termasuk:<\/p>\n<div class=\"s3\"><span class=\"s13\">o <\/span>Mengurangi penggunaan antibiotik dengan mencegah:<\/div>\n<div class=\"s4\"><span class=\"s13\">o <\/span>infeksi, bakteri termasuk yang mungkin membawa resistensi<\/div>\n<div class=\"s4\"><span class=\"s13\">o <\/span>penyakit virus yang menyebabkan infeksi bakteri sekunder yang memerlukan pengobatan antibiotik<\/div>\n<div class=\"s4\"><span class=\"s13\">o <\/span>penyakit virus yang antibiotiknya tidak diresepkan secara tepat<\/div>\n<div class=\"s3\"><span class=\"s13\">o <\/span>Mencegah penyebaran infeksi resisten antimikroba<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"s5\">Kampanye #TuntasBeriTuntasPakai #TuntasDanMenang ini merupakan kolaborasi INDOHUN dengan Pfizer<\/span><span class=\"s5\"> untuk menekan AMR di Indonesia melalui penggunaan antibiotik yang efektif dan menyeluruh. Mari sebarkan informasi ini agar negara kita menang melawan AMR!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<div class=\"s3\">1. <span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">Pfizer. Pencegahan AMR. Diakses dari <\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.pfizer.com\/science\/therapeutic-areas\/anti-infectives\/global-anti-infectives-leader\/amr-prevention\"><span class=\"s17\"><span class=\"bumpedFont15\">https:\/\/www.pfizer.com\/science\/therapeutic-areas\/anti-infectives\/global-anti-infectives-leader\/amr-prevention<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"s3\">2. <span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">CDC. AMR: Lindungi Diri Anda dan Keluarga Anda. Diakses dari https:\/\/www.cdc.gov\/drugresistance\/protecting_yourself_family.html<\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"s18\">3. <span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">Organisasi Kesehatan Dunia. Resistensi Antibiotik. Februari 2018. Tersedia di:<\/span><\/span><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">\u00a0<\/span><\/span><a href=\"http:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/antibiotic-resistance\"><span class=\"s17\"><span class=\"bumpedFont15\">http:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/antibiotic-resistance<\/span><\/span><\/a><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">. <\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"s18\">4. <span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">Kemitraan Global Resistensi Antibiotik. Pusat Dinamika Penyakit, Ekonomi &amp; Kebijakan. Keadaan Antibiotik Dunia. 2015. Tersedia di:<\/span><\/span><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">\u00a0<\/span><\/span><a href=\"http:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/antibiotic-resistance\"><span class=\"s17\"><span class=\"bumpedFont15\">https:\/\/cddep.org\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/swa_edits_9.16.pdf<\/span><\/span><\/a><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">. <\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"s18\">5. <span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">Okeke, IN, Lamikanra, A., dan Edelman, R. Faktor Sosioekonomi dan Perilaku yang Menyebabkan Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik di Negara Berkembang.<\/span><\/span><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">\u00a0<\/span><\/span><span class=\"s19\"><span class=\"bumpedFont15\">Penyakit Menular yang Muncul<\/span><\/span><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">. 1999. 5(1):18\u201327.<\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"s18\">6. <span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">Kwong J, dkk. Pengaruh Imunisasi Influenza Universal terhadap Resep Antibiotik: Sebuah Studi Ekologis. 2009. Tersedia di:<\/span><\/span><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">\u00a0<\/span><\/span><a href=\"https:\/\/academic.oup.com\/cid\/article\/49\/5\/750\/308812\"><span class=\"s17\"><span class=\"bumpedFont15\">https:\/\/academic.oup.com\/cid\/article\/49\/5\/750\/308812<\/span><\/span><\/a><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">. <\/span><\/span><\/div>\n<div class=\"s18\">7. <span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">M Giufr\u00e8a, dkk. Sepuluh tahun vaksinasi Hib di Italia: Prevalensi Haemophilus influenzae non-enkapsulasi di antara isolat invasif dan kemungkinan dampaknya terhadap resistensi antibiotik. 2011. Tersedia di:<\/span><\/span><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">\u00a0<\/span><\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/21459175\"><span class=\"s17\"><span class=\"bumpedFont15\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pubmed\/21459175<\/span><\/span><\/a><span class=\"s16\"><span class=\"bumpedFont15\">.<\/span><\/span><\/div>","protected":false},"featured_media":2617,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"rs_blank_template":"","rs_page_bg_color":"","slide_template_v7":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"news-category":[],"class_list":["post-2616","news","type-news","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indohun.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/news\/2616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indohun.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/news"}],"about":[{"href":"https:\/\/indohun.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/news"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indohun.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indohun.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"news-category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indohun.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/news-category?post=2616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}